Langsung ke konten utama

TUKANG NASI UDUK LULUS KE IPB

 Pagi hari adalah saatnya untuk mempersiapkan dagangannya sebelum berangkat sekolah. Bungkus-bungkus nasi uduk dimasukkan ke dalam kresek besar bersama dengan plastik berisi kerupuk dan sambal.

Julukannya adalah "bang odook" karena nasi uduk yang ia jual mempunyai brand "uduk odook". Sama seperti nasi uduk bungkus pada umumnya hanya saja ditambah dengan sendok plastik yang berlabel "doa dOOlo" sebagai pengingat untuk berdoa sebelum makan.

Berjualan nasi uduk di kelas tidak membuatnya malu dan membatasi mimpinya. Dia mempunyai mimpi untuk bisa lulus ke salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia, Institut Pertanian Bogor jurusan Agribisnis.

Tak hanya bermimpi sendiri, namun ia juga mengajak sahabat-sahabat dan pelanggan nasi uduknya untuk ikut bermimpi dan menuliskannya. Dengan menggunakan prinsip yang ia pelajari dari Ust. YM "doa, mendoakan, dan minta didoakan". Dengan optimis dan tekad yang bulat, ia mendatangi ibunya untuk memohon doa restu agar bisa kuliah di IPB melalui jalur undangan.

Sebelumnya memang ibunya sudah mendukung dan menuliskan mimpinya tersebut "aa kuliah di IPB atau UI" di karton dan ditempelkan di dinding.

Selanjutnya, ia mendatangi guru-gurunya, sahabat-sahabatnya, bahkan satpam dan penjual makan di sekolah agar mereka ikut mendo'akan mimpinya.

Sebenarnya ada sedikit kekhawatiran karena nilai rapotnya naik-turun dan ia tidak mengikuti les untuk persiapan UN dan ujian tulis masuk PTN. Ia pun masih asik berorganisasi Rohis dan mentoring. Dia mendapatkan motivasi dari mentornya bahwa Allah akan menolong hambaNya yang menolong agamaNya.

Teringatlah ia pada sebuah ayat dalam Qur'an surat Muhammad "Hai orang-orang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."

Alhasil senyuman optimisnya kembali muncul. Selain itu, ia seringkali menutup rapat rohisnya dengan saling mendoakan agar lulus ke PTN tujuan masing-masing. "Semudah Allah memasukkan siang kepada malam, semudah itu juga Allah memasukkan kita ke PTN tujuan kita" begitu kata salah satu sahabatnya.

...

And there is it, today is the day! Hari pengumuman SNMPTN.

Jam 12 siang pengumuman snmotn baru bisa diakses. Grup medsos pun ramai dengan chat do'a dan penyemangat agar bisa lulus jalur SNMPTN.

Sambil menunggu pengumuman, ia sholat dhuha dan berdoa agar Allah memberinya hasil yang terbaik. Setelah itu dia mencari pinjaman buku untuk belajar tes ujian tulis sebagai cadangan apabila ia tidak lulus nanti

Karena ada sedikit gangguan, ia memberikan ID dan password SNMPTNnya kepada sahabatnya. Akhirnya, ia mendapat kiriman screenshot hasil snmptn dari sahabatnya. Setelah melihat hasil screenshot tersebut, air matanya pun tak bisa ia bendung, bahkan hatinya pun ikut menangis seraya bersyukur "Alhamdulillah" sambil melakukan sujud syukur. Lalu, ia memberitahukan kepada orangtuanya. Saat itu ia sangat senang bersyukur bukan hanya karena salah satu impiannya untuk masuk IPB telah tercapai, namun karena akhirnya ia bisa membahagiakan orangtuanya. Dan kini dia berusaha untuk meraih mimpinya yang lain: UMROH 2018 dan BE HAFIDZ & ENTREPRENEUR.
Rizal Fahmi Ramadhan
Agribisnis IPB 2014

note: tulisan ini mendapat penghargaan sebagai pemenang challenge lembarimpian.id

#TukangNasiUduk #LulusIPB #OutstandingDreams #OutstandingMoments

Gambar 1. Mimpi yang dituliskan ibuku yang ditempel di dinding rumah


Gambar 2. Logo uduk odOOk

Gambar 3. Salah satu kemasan uduk odOOk
Gambar 4. Penyerahan hadiah sebagai pemenang challenge lembarimpian.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUPERHEROES(R)

Asrama merupakan salah satu tempat aku dan kau bisa menemukan calon-calon orang hebat yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Disini berkumpul putra-putri terbaik bangsa dari seluruh penjuru nusantara. Setiap gedung, setiap lorong, dan setiap kamarnya akan terukir kisah nya masing-masing. Selama di asrama calon-calon orang hebat ini (red: maba) memiliki seorang mentor atau pembina yang biasa disebut senior resident atau sering dipanggil “kakak SR”. Tugas mereka adalah membina adik-adik dalam program pembinaan akademik dan multibudaya, seperti soga lorong, soga gedung, apel pagi, dan berbagai program lainnya. Memiliki tanggungjawab membina sekitar 50-80an adik lorong, senior resident harus selalu siap, sigap, bersikap untuk membantu mereka bila mereka butuh bantuan seperti mengantarkan ke rumah sakit, menegur mereka bila salah, membantu mereka untuk bisa mengenal dan mengembangkan dirinya tuk menjadi lebih baik. Selain itu, senior resident juga memiliki tanggungjawab yang dibagi...