Di dalam Masjid Nabawi ada tempat khusus bernama raudhah yang merupakan tempat yang ada di antara mimbar dan rumah
(sekarang makam) Rasulullah. Terletak di bagian depan Masjid Nabawi sebelah
kiri, setiap jamaah umroh maupun orang yang sholat di Masjid Nabawi biasanya
menyempatkan untuk berdoa dan sholat sunnah disini walau harus rela mengantri
dan seringkali berdesakan.
Untuk masuk ke raudhah ini sistemnya buka-tutup. Setiap sesi
biasanya dikasih waktu sekitar 10 menitan untuk berdoa dan sholat sunnah,
selanjutnya bergantian dengan yang lain. Kecuali bila bertepatan dengan
persiapan sholat fardhu biasanya raudhah ditutup dan orang-orang yang berada di
raudhah bisa terus stay sampai sholat fardhu selesai.
Alhamdulillah tibalah hari jum'at pertamaku di Masjid
Nabawi, aku izin ke orangtua untuk pergi lebih awal dari rombongan karena
berazam untuk bisa sholat jum'at di raudhah. Setelah masuk masjid kulihat
antrian untuk masuk raudhah sudah penuh sesak dan mengekor. Aku putuskan untuk
sholat dhuha dan sunnah lainnya sambil menunggu antrian reda.
Ternyata antrian tak kunjung sepi, terus datang antrian
berdatangan. Alhasil kuputuskan untuk ikut mengantri. Bismillah...
Dengan cukup berdesakan di antara manusia dari berbagai asal
negara, warna kulit, postur tubuh, dan usia yang berbeda, antrian tersebut
dipenuhi dengan sholawat, murojaah, dzikir, dll. Walau kadang ada kaki yang
terinjak, atau badan yang kejepit, kami diajak untuk tetap sabar dan sesekali
saling berbagi senyuman.
Setelah mengantri sekitar 30-45 menitan, tibalah beberapa
antrian lagi untuk masuk ke raudhah. Teringatlah sekret SR putra, salah satu
tempat yang paling mudah dimasuki dan cukup leluasa. Setelah teringat itu, aku
pun berdoa "Ya Allah mudahkanlah aku untuk masuk raudhah semudah masuk
sekret SR putra".
Tak lama kemudian kain pembatas antrian dibuka dan
alhamdulillah masuklah aku beserta antrian ke raudhah. alhamdulillah, namun
walau sudah masuk raudhah kondisinya sangat sulit untuk bergerak, full of
capicity udah keabisan tempat, bergerak bebas pun gabisa karena depan-belakang
diapit sama orang yang lebih besar.
Gak mau menyerah disini, aku pun mengulangi doa yang tadi
telah terucap dengan membayangkan bisa sholat di raudhah dengan leluasa. Tak
lama kemudian datanglah seorang petugas yang membuka pembatas raudhah yang
disediakan untuk akhwat (raudhah dibagi dua buat ikhwan dan akhwat, tapi kalo
udah mendekati jum'atan dibuka untuk ikhwan) yang persis disebelahku. Setelah
petugas membuka, aku dan orang-orang yang sudah berada di raudhah yang
sebelumnya masih berdesakan bisa menempati tempat yang lebih leluasa. Antrian
masuk raudhah pun ditutup karena ternyata sudah menjelang sholat jum'at.
Alhamdulillah, akhirnya Allah kasih kesempatan bisa sholat Jum'at di raudhah.
====================
Bisa jadi aktivitas dan perjuangan kita sebagai SR selama di
asrama menjadi inspirasi bagi kita sendiri dalam melakukan aktivitas kebaikan
lainnya. Semoga bermanfaat.
Best regards,
Rizal Fahmi Ramadhan
Senior Resident 54
#BersamaDiAsrama #TogetherToBeBetter #SeniorResident54 #SiapSigapBersikap #OutstandingNotes
Komentar
Posting Komentar